> Resensi > Mereka Telah Ingkar Janji

Mereka Telah Ingkar Janji

Oleh: Dimas Alendra

Artis                : The Changcuters

Album             : Visualis

Tahun              : 2013

Genre              : Rock, Pop

Label               : Sony Music Entertainment Indonesia

 

The ChangcutersMEREKA telah ingkar janji, ya ingkar janji terhadap para penggemarnya. Seharusnya pada tahun ini mereka sudah mengeluarkan album baru yang merupakan kelanjutan dari album Visualis yang masuk ke pasar belantika musik Indonesia sejak tahun 2013. Seharusnya pada akhir 2015 kemarin, sudah waktunya menyimak apa kelanjutan dari cerita yang belum usai pada album sebelumnya.

Saya meyimpulkan “pengkhianatan” ini dari para penggemar The Changcuters atau yang biasa disebut Changcut Rangers, terhadap idola mereka. Kuintet asal Bandung ini telah mengingkari janji terhadap penggemar setia mereka. Berdasarkan sebuah wawancara dalam Rolling Stone Indonesia, seharusnya para penggemar sudah bisa memanjakan telinga mereka dengan album terbaru The Changcuters yang katanya siap edar pada awal 2016 lalu. Namun sayang, sampai saat ini belum ada kejelasan bagaimana proses pembuatan kelanjutan album ini.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa pada 2013 silam The Changcuters mengeluarkan sebuah album bertajuk Visualis. Album ini nantinya tidak akan berdiri sendiri. Akan ada sebuah sekuel dari Visualis. Judul sekuel album sudah dirilis yaitu Binauralis. Unik memang cara Changcuters dalam menghasilkan karya karyanya. Antara Visualis dengan Binauralis akan ada semacam benang penghubung. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa setelah Visualis dan Binauralis akan ada album selanjutnya yang akan menutup kisah dari dua album sebelumnya. Oleh karena itu selagi The Changcuters sibuk bergelut dengan berbagai hal yang membuat mereka memperpanjang tenggat Binauralis, ada baiknya untuk membahas apa yang ada dalam Visualis terlebih dahulu. Setuju?

Tanpa Intervensi

Yang membedakan Visualis dengan album-album The Changcuters sebelumnya yaitu murni tanpa intervensi dari pihak label. Mereka mencoba kembali ke masa-masa awal mereka terbentuk. Tanpa adanya intervensi labe,l mereka lebih bebas menjelajah inspirasi masing-masing personil tanpa adanya tuntutan dari pihak lain. Setelah album rampung, mereka baru menyerahkannya pada pihak label. Syaratnya: label dilarang mengubah sedikitpun materi yang telah mereka ciptakan.

Meskipun seluruh materi lagu merupakan hasil imajinasi tak terbatas dari masing-masing personil, namun tampaknya pemikiran tentang konsep dan ide masih terkurung dalam citra mereka sebagai The Changcuters. Tidak ada perubahan yang begitu berarti dari album sebelumnya. Selang waktu dua tahun semenjak album Tugas Akhir (2011) seharusnya mampu membuat gebrarakan lebih hebat atau setidaknya kembali mengulangi kesuksesan album Mencoba Sukses Kembali (2008).

Ada 13 lagu yang siap memanjakan telinga pendengar. Walaupun tidak ada gebrakan istimewa dalam album ini, tapi seluruh lagu dalam lagu ini masih bisa layak didengar. Musik ala The Beatles atau bahkanThe Who masih kental dalam album ini. Lagu-lagu berjudul Paradoks, Kenapa Dia Lebih Cantik dari Pacarku, dan Samara harus menjadi daftar lagu yang wajib didengar. Namun bukan berarti lagu-lagu lainnya tidak terlalu bagus, tentunya kembali kepada telinga pendengar masing masing.

Lagu Paradoks menjadi pembuka dalam album ini. Sesuai dengan judulnya The Changcuters mencoba menjabarkan sebuah paradoks dalam pasangan umat manusia. Tidak usah membayangkan lirik lagu ini akan berat, The Changcuters tetap membuat lagu ini ringan dengan liriknya yang sederhana dan jenaka. Selanjutnya sebuah lagu yang memang benar-benar menunjukkan identitas mereka. Berjudul Kenapa Dia Lebih Cantik dari Pacarku. Lagu ini sedikit mengingatkan kepada lagu lama mereka I Love You Bibehatau bahkan Racun Dunia. Pembawaan dan lirik yang jenaka membuat lagu ini benar-benar menunjukkan identitas mereka.

Selanjutnya ada Wow Deborah. Entah siapa yang dimaksud Deborah dalam lagu ini. Deborah digambarkan sebagai seorang gadis sekolah yang pada saat itu terkenal nakal, mungkin dari lagu inilah tercetus nama Visualis.  “Bentuk tubuhnya berbahaya, Tergoda jadinya semua pria, Semua terjebak patah hati dibuatnya”. Kutipan tersebut menggambarkan sosok Deborah dari sisi penampilan luar saja. Tria sang vokalis juga menjelaskan bahwa alasan Visualis menjadi pembuka bagi trilogi mereka adalah karena pada umumnya seseorang awalnya dilihat dari penampilan fisik saja.

Terakhir yang wajib didengar yaitu Samara. Aransemennya sangat menarik dan begitu kental dengan nuansa The Beatles. Terlebih dengan adanya Samara versi akustik, ia menjadi penutup yang sempurna bagi album ini.

Secara umum Visualis tetaplah tidak jauh berbeda dengan album-album The Changcuters sebelumnya. Terlepas dari intervensi label atau tidak, hal itu tidak terlalu menggubah musik mereka. Namun konsep unik trilogi pasti akan membuat pendengar penasaran tentang kelanjutan albumnya. Sembari menunggu Binauralis rilis ada baiknya untuk memahami Visualis terlebih dahulu. Atau bahkan medengarkan single terbaru berjudul Hmmm Sudah Kuduga (tonton videonya di sini) yang katanya menjadi kata pengantar bagi Binauralis.[]

(Gambar dilansir dari www.warningmagz.com)


Dimas AlendraDimas Alendra. Pernah dianggap aneh saat sekolah karena memiliki selera musik yangnyeleneh dari orang kebanyakan. Masih berharap suatu hari nanti bisa menonton Deafheaven dan Sajama Cut secara langsung. Surel: dimasalendra@gmail.com.

Baca Juga

Cepat, Padat, dan Berkeringat dengan Terapi Urine

Oleh: Dimas Alendra     Artis                : Terapi Urine Album             : Petenteng Tahun              : …

Satu komentar

  1. kayak green day yang uno, dos, tre ya bang. bedanya greenday tiga album dalam empat bulan.. bedanya lagi, album green day laku. . . hmm hebat ya, major label aja mau bikinin trilogi album.. boleh lah didengar dan ditunggu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.