> Kentingan > Menghidupkan Batik melalui Seni Teater

Menghidupkan Batik melalui Seni Teater

Berangkat dari pemikiran untuk mempertahankan batik sebagai milik Indonesia, Teater Gadhang membawakan pementasan berjudul “Batik Pemersatu Negeri” dalam rangka memeriahkan Dies-Natalis ke-36 Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Selasa (12/03).

“Dengan adanya pementasan ini kami mencoba mengangkat kembali batik di kalangan anak muda agar lebih menjaga warisan leluhur tersebut. Lagipula cerita ini disesuaikan dengan lokasi kampus UNS sendiri yang berada di kota Solo, dimana icon utamanya adalah batik,” ujar Witon, Ketua Teater Gadhang.

Pementasan teater dari Fakultas Ekonomi (FE) UNS ini, bercerita tentang perebutan batik antara seorang anak Indonesia dan dua orang anak Malaysia. Sayangnya dalam cerita tersebut, batik berhasil direbut oleh anak-anak dari negara tetangga yang mengatakan bahwa negaranya akan lebih mampu menghargai dan merawat batik ketimbang  negara asalnya. Cerita diakhiri dengan pidato Presiden Indonesia yang menyatakan bahwa batik akan tetap dan selalu menjadi milik Indonesia.

Pementasan di Lembah Teknik ini berlangsung dari pukul 13.00 – 13.20 WIB. Walaupun durasi terbilang cukup singkat, para pemain berhasil memancing gelak tawa penonton di siang hari. Dan tentu saja meninggal pesan berharga bagi para civitas akademika yang menyaksikan. (Nurhayati)

Baca Juga

Tuhan di Semangkuk Kwetiaw

PUISI-PUISI RIZKA NUR LAILY MUALLIFA       Tuhan di Semangkuk Kwetiau     Waktu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *