> Jeda > Mata Segar, Perut Kenyang

Mata Segar, Perut Kenyang

 

Oleh: Lulu Febriana Damayanti

 

 

Tak cuma penampilan 17 negara yang memukau pengunjung. Ragam sajian makanan juga turut memanjakan lidah mereka. Terdapat perwakilan dari Sierra Lone, Myanmar, Prancis, Vanuatu, Vietnam, Malaysia, Sudan, Jepang, Madagascar, Uzbekistan, India, Thailand, Laos, Turkemenistan, Timor Leste, Peru, dan Nigeria yang menyuguhkan penampilan tari, fashion show pakaian adat, dan kuliner dari negara asal mereka.

 

 

Dalam rangkaian acara adapula sesi fashion show yang menampilkan berbagai macam pakaian adat dari negara. Pada kesempatan tersebut pula, dilaksanakan pemilihan pakaian adat terfavorit berdasarkan jajak pendapat melalui media sosial. Dari hasil jajak pendapat, terpilihlah kontingen Jepang sebagai favorit pilihan para penonton. Kegembiraan atas capaian tersebut, tak dapat disembunyikan oleh Mei, kontingen Jepang, “Seneng banget, tadi dikasih topeng karena menang”, ujar Mei.

 

Para mahasiswa asing pada acara tersebut sangat memukau penonton lewat berbagai kesenian yang ditampilkan, ada Tari Kipas dan ada pula Thai Boxing yang di tampilkan dalam acara tersebut. Selain memukau dalam hal kesenian yang ditampilkan.

 

Setelah mata pengunjung dimanjakan dengan berbagai penampilan dan wajah memukau yang membuat mata segar, kini gantian lidah yang bergoyang.

Terdapat makanan dari 16 negara dari 17 peserta yang menampilkan makanan khas mereka, kecuali Malaysia yang tidak ikut menampilkan makanan khasnya. Pada acara tersebut, pengujung bebas memakan makanan yang ada dengan catatan makanan masih tersedia.

 

 

Sebagian besar makanan yang disediakan memang masih sulit ditemui di Indonesia, seperti Palav dari Turkmenistan, Laap dari Laos, dan masih banyak lagi yang lainnya. Langkanya akses makanan-makanan asing di Solo, membuat pengunjung tak ragu mengambil makanan lebih dari satu negara. “Aku tadi nyobain dari Sudan, India, Laos, Jepang, sama Prancis juga,” kata Dina, salah satu pengunjung UCN. Namun tak semua mengaku cocok dengan selera lidah asing. “Rasanya aneh-aneh, karna mungkin belum bersahabat aja sama lidahku,” lanjutnya.

 

 

Makanan yang tersedia memang terasa asing, tetapi jika diamati makanan tersebut terbuat dari bahan-bahan yang mudah di temui di Indonesia. Palav misalnya, yang terbuat dari nasi yang dimasak bersama wortel, daging ayam, dan bumbu-bumbu lainnya yang membuat rasanya gurih.

 

 

Kesuksesan acara UCN dari awal sampai akhir, tidak terlepas dari kerja keras para panitia dan peserta yang telah mempersiapkan dari jauh-jauh hari. “Persiapan acara ini dari panitia sekitar satu bulan. Persiapannya sendiri dilakukan oleh panitia yang merupakan mahasiswa UNS yang telah terseleksi”, ujar Rury panitia bidang acara.

 

 

Acara UCN kemudian ditutup dengan Wakanda Dance dan lagu berjudul Sayang yang dinyanyikan dalam dua versi yaitu Jepang dan Indonesia. Keduanya berhasil membuat penonton ikut bernyanyi dan (lagi-lagi) bergoyang.[]

Baca Juga

PKKMB Generasi Emas, Atraksi dan Ambisi nan Suci

(Oleh: Adhy Nugroho)   SEORANG laki-laki terlihat dari belakang, tungkuk lehernya merah terbakar. Juga para …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *