> Catatan Kentingan > Riset > Mahasiswa UNS Jarang Membaca Koran

Mahasiswa UNS Jarang Membaca Koran

Sebagai seorang civitas akademika, membaca merupakan suatu kegiatan penting dalam proses pembelajaran. Banyak manfaat yang didapatkan dari membaca, salah satunya adalah terpenuhinya ketersediaan akan adanya informasi bagi setiap individu. Informasi akan senantiasa berkembang searah dengan perkembangan jumlah populasi manusia. Untuk itu perlu adanya media informasi agar lebih mudah dalam mengakses informasi.

Beragam media informasi yang ada saat ini menjadi pilihan tersendiri bagi setiap kalangan manusia untuk mendapatkan informasi tersebut. Mulai dari media cetak yang telah ada sejak lebih dulu, hingga saat ini telah muncul berbagai macam media online, yang keduanya sama-sama saling memberikan informasi kepada khalayak manusia.

Namun, keberadaan media online yang semakin mudah dalam mengakses informasi serta semakin cepat dalam menyampaikan berita, menjadikan media cetak dalam hal ini koran berkurang peminatnya. Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan tim litbang lpm kentingan, menunjukan sebanyak 52 % responden  yang sudah jarang membaca koran. Akan tetapi sebaliknya 47,7% responden masih membaca koran walau hanya mencari berita tertentu saja. “Aku kie yen moco koran paling mung tak delok berita olahragane wae” ungkap  Resqi, salah satu mahasiswa Teknik Kimia UNS.

Dari beberapa responden yang masih menyempatkan waktu untuk membaca koran tersebut, tidak semuanya membaca koran dalam setiap harinya, hanya sekitar 5,67 % responden yang membaca koran dalam setiap hari, sedangkan sebanyak 47,3 % responden lainnya ternyata hanya membaca koran tidak kurang dari dua kali dalam seminggu. Mereka beralasan bahwa dengan menonton tayangan di televisi serta membaca berbagai situs di media internet lebih mudah dan lebih cepat dalam mengetahui informasi serta lebih praktis.

Memang saat ini kecepatan dan kepraktisan dalam penyampaian informasi menjadi pilihan yang paling  diminati oleh mahasiswa. “Lha sak iki wae wis enek ipad, trus kui meh digunake nggo opo” ungkap salah satu mahasiswa teknik mesin UNS.

Dari sejumlah responden yang masih membaca koran, sebanyak 22,7% responden menyatakan bahwa rubrik yang paling sering di baca adalah rubric kesenian dan budaya, sedangkan rubric olahraga menempati perolehan kedua yakni sebanyak 20,7% , sisanya lagi adalah rubric ekonomi 3 %, hukum 4,67% dan pendidikan 5,67 %. “Saya hanya membaca koran yang sesuai dengan bidang yang saat ini saya pelajari”, tutur Yati (18) mahasiswa FKIP PKn UNS.

Walau semakin sedikit yang membaca, ternyata masih ada berbagai manfaat yang didapatkan ketika seseorang tersebut membaca koran. Sebanyak 53% menyatakan bahwa koran bermanfaat sebagai sumber informasi,  13,7% memanfaatkan koran sebagai sarana hiburan, 6.67% sebagai sarana referensi, dan sisanya memilih alasan bahwa koran hanya sebagai bacaan sampingan. “Saya sangat membutuhkan pekerjaan setelah lulus nanti, dan sering melihat iklan lowongannya di koran”, kata salah satu mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum UNS.

Koran, walaupun sudah mulai ditinggalkan oleh peminatnya namun tak bisa dipastikan bahwa koran kedepannya akan mati. Sebanyak 79 % responden masih percaya bahwa kedepannya keberadaan koran akan tetap ada dan masih diminati oleh pembacanya. (Tim Penelitian Litbang)

———————————————————-

Polling dilakukan tanggal : 14 – 22 Desember 2012

Jumlah responden 300 mahasiswa Universitas Sebelas Maret dari 9 fakultas

Metode sampling adalah quota sampling

Sampling error : 3,5 %

Baca Juga

Persepsi Mahasiswa terhadap Profesor

    Edisi Khusus II/Mei/2017 Editorial                  : Surat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *