> Kentingan > Kuliner, Mata Rantai Pariwisata Kota Solo

Kuliner, Mata Rantai Pariwisata Kota Solo

Pameran Foto FFC

Diskusi fotografi mengisi hari kedua rangkaian acara Pameran Besar Fotografi FISIP Fotografi Club (FFC) 2012, Sabtu (24/11). Diskusi yang digelar di Solo Grand Mall lantai 3 tersebut turut mengundang Widdi Srihanto selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadinbudpar) Kota Solo serta Hasan Sakri dari Media Tribun Jogja selaku pembicara. Mengusung tema “Culinary: Cerita Rasa” diskusi yang berlangsung mulai pukul 14.30-16.00 WIB ini mampu menarik kurang lebih 50 pengunjung Solo Grand Mall untuk hadir dan berpartisipasi dalam diskusi ini.

Hasan Sakri sebagai pembicara pertama menyampaikan materi tentang fotografi kuliner serta menampilkan beberapa contoh fotografi kuliner miliknya. “Selain penguasaan teknik fotografi yang baik, seorang fotografer kuliner haruslah seorang penikmat atau pecinta kuliner sehingga mempunyai passion terhadap fotografi kuliner tersebut,” ungkapnya saat diskusi.

Menyinggung tentang perkembangan fotografi kuliner di Indonesia, ia mengatakan bahwa keberadaan fotografi kuliner saat ini masih sangat minim, sementara di sisi lain perkembangan kuliner di Indonesia sudah sangat pesat sehingga membutuhkan keberadaan seorang fotografer.

Diskusi dilanjutkan oleh Widdi Srihanto yang lebih banyak menyoroti tentang perkembangan pariwisata kuliner di Kota Solo. Menurutnya, kekayaan Kota Solo yang banyak berupa art and culture menjadikan kuliner sebagai salah satu mata rantai pariwisata yang akan menarik wisatawan untuk datang berkunjung ke Kota Solo. “Kuliner akan membranding Solo. Sebagai contoh, jika kita mengingat nasi liwet maka kita akan mengingat Kota Solo,” ungkapnya.

Adanya cita rasa tersendiri dari beberapa makanan khas Solo menurutnya menjadi salah satu faktor utama wisatawan untuk kembali berkunjung ke kota ini. Tentunya dibutuhkan peran pemerintah untuk turut serta memajukan industri kuliner Kota Solo. “Tugas pemerintah adalah memperkenalkan bahwa Solo mempunyai makanan khas, salah satunya melalui Solo Culinary Festival yang rutin tiap tahun diadakan. Pemerintah juga sangat mendukung adanya pameran fotografi kuliner seperti ini, yang membantu memperkenalkan kuliner melalui karya seni,” lanjutnya. (Nurhayati)

Baca Juga

Festival Naskah Nusantara III di UNS Masih Berlangsung

Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *