> Kabar > Jali-Jali Sukses Adakan Pertemuan Berbayar

Jali-Jali Sukses Adakan Pertemuan Berbayar

(Oleh: Umi Wakhidah & Nabilah Khoirunnisa)

 

Walau ajang pertemuan komunitas daerah (komda) ini berbayar, namun tak surutkan minat peserta untuk hadir.

 

 

Surakarta, saluransebelas.com – Komunitas Jali-Jali merupakan komunitas mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) yang berasal dari daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Pada hari Jumat, 21 September 2018 komunitas tersebut mengadakan pertemuan – atau yang kerap diistilahkan dengan gathering – yang berlokasi di Muara Market. Gathering ini menarik biaya Rp 20.000 untuk harga presale dan Rp 25.000 untuk harga on the spot. Meskipun berbayar, gathering ini berhasil menggaet lebih dari 100 peserta. Panitia mengaku senang atas pencapaian ini, pasalnya jumlah peserta yang datang telah melampaui target semula.

 

 

Dana yang didapat dari tiket gathering tersebut digunakan untuk membayar sewa tempat, dekorasi tempat, sound system, dan doorprize. Selain itu sisa dari dana tersebut akan dialokasikan untuk acara selanjutnya. “Sisa dana akan kami alokasikan untuk progam kerja selanjutnya,” jelas Rendi selaku ketua dari Jali-Jali.

 

 

Kegiatan ini rutin diadakan tiap tahun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa Jabotabek sekaligus sebagai wadah berbagai keseruan dan pengalaman antar mahasiswa UNS.  “Kami sadar bahwa kami butuh relasi pertemanan, apalagi kami anak perantauan, maka dari itu kami butuh wadah untuk saling bersosialisasi, dan Jali-jali mewadahi apa yang kami butuhkan,” tambah Rendi.

 

 

Acara ini dibuka dengan konsep ala-ala opening Asian Games yaitu, mengendarai  motor di dalam venue. Kemudian dilanjut dengan sambutan, diteruskan dengan pengenalan fakultas. Pengenalan fakultas ini lebih mengenalkan fakultas dari sisi non formal, misal kantin yang paling enak, dosen yang dianggap killer, maupun  tempat nongkrong.

 

 

Setelah pengenalan ada perform dari berbagai angkatan. Kemudian diacara puncak, ada Focus Group Discussion (FGD). “FGD yang paling seru, karena kita (mahasiswa baru) dapat mengetahui sekilas kehidupan perkuliahan di Solo,” jelas Abi Hamzah, salah satu peserta gathering Jali-jali yang juga mahasiswa S1 Teknik Mesin UNS 2018.

 

 

Gathering Jali-jali ini, membuat kami [mahasiswa baru 2018] dapat belajar bagaimana cara bertahan hidup di Solo, memperluas jaringan pertemanan, sehingga kita tidak merasa sendiri di Solo ini.” Tambah Abi.

 

 

Selain gathering di Solo, Jali-jali juga mempunyai program kerja lainnya. Gathering di Jakarta, Turbolali (Turnamen Bola Jali-jali), Gateli (gathering Jali-jali) atau biasa disebut dengan malam keakraban (makrab).

 

 

Setiap tahunnya anggota Jali-jali ini mencapai 500 dengan pengurus inti berjumlah 30. Namun sangat disayangkan ternyata masih banyak mahasiswa UNS yang belum mengetahui adanya komunitas ini. Maka dari itu pengurus berusaha memperluas promosi dengan menggandeng berbagai media partner.

 

 

Cara bergabung dengan komunitas ini sangatlah mudah. Hanya dengan menghubungi narahubung di akun sosial media Jali-jali dengan format nama dan asal fakultas. Tidak ada persyaratan khusus untuk dapat bergabung dalam komunitas ini. []

 

Baca Juga

Dukungan Untuk Agni Kian Masif

Adhy Nugroho   Saluransebelas— Surakarta, Kamis (8/11) Aksi Kamisan Solo mengadakan aksi solidaritas kepada korban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.