> Resensi > California dan Mimpi Hidup Blink 182

California dan Mimpi Hidup Blink 182

Oleh: Aziz Nur Fazma

 

 

Artis          : Blink 182

Rilis           : 2016

Produser  : John Fieddman

Genre       : Pop Punk

 

HIATUS yang cukup lama sejak proyek rilisan album terakhir mereka, Dogs Eating Dog (2012). Blink-182 akhirnya siuman dan meneriakan album baru mereka: California, pada medio tahun lalu. Meskipun tahun sudah berganti, album ini belum selesai terbaca hingga sekarang. Banyak cerita di balik dapur rekamannya yang menimbulkan terka.

 

Ada apa dengan California? California yang terletak di pesisir barat Amerika adalah rumah bagi Blink-182 dimana mereka lahir pada rahim label underground. Seperti kata pepatah, rumah adalah sebaik – baik tempat kembali.

 

Analoginya mungkin Blink-182 sedang homesick pada kampung halaman. Barangkali mereka pun sedang rindu pada masa mudanya yang ekspresif dalam hal lagu, juga rindu pada pop punk yang representatif terhadap isi kepala remaja tanggung.

 

Mungkin rindu ini lebih universal, mewakili rindu penggemar pada sang vokalis Tom DeLonge yang hengkang dari Blink-182 untuk kedua kalinya. Rindu ini berhilir pada permainan trio Mark — Tom — Travis yang berhulu di California.

 

 

California hadir sebagai elan dari Hoppus untuk memboyong Blink-182 kembali ke rumahnya setelah mereka pergi membias pada aliran prog. Kembali bermain di cakram pop punk. Kembali menyanyikan keresahan remaja kepala dua walau kini personelnya sudah beranjak tua.

 

Nuansa lirik yang cenderung gelap dibungkus dengan melodi yang memperdaya, mungkin masih menjadi pedoman Mark Hoppus, sang pembetot bass dalam berkarya. Berisikan 16 nomor lagu, menjadi penawar kaya materi bagi penggemar yang menanti bangunya Blink-182 dari tidur panjang.

 

Dibuka dengan lagu Cynical yang memiliki intro landai, sempat membuat tanya apakah Blink-182 masih mengusung spektrum progresive rock seperti album sebelumnya, Neighbourhood (2011).

 

Apakah Blink-182 jenuh dengan pop punk yang menjadi self labelling mereka? Pertanyaan tersebut ditepis dengan salam Travis Baker yang menghentak drum bertempo cepat dengan lapisan distorsi dari Hoppus yang membuat warna musik berubah seperti era album Dude Ranch (1997).

 

 

Bored to Death, single pamungkas dari album ini yang terasa anthemic. Kiranya lagu ini menarasikan kejenuhan dalam hubungan karena dalam liriknya Hoppus berpesan “Life is too short, to last long“. Lalu pada lirik “It’s a long way back from 17“, mungkin Hoppus mengamini bahwa Blink-182 sedang mengeja kenangan tujuh belas tahun yang lalu di California.

 

Bored to Death, merangkum permainan gitar yang bergelora dipadu dengan hentakan drum yang meledak – ledak pada chorus yang memperdaya.

 

Matt Skiba, vokalis baru pengganti Tom DeLonge memberi pastel warna tersendiri pada lagu She’s Out Of Her Mind. Suaranya pada verse lagu ini membuat era California lebih eksperimental. Tampil dengan vokal tebal, sebenarnya Matt terlalu cadas untuk Blink-182. Matt Skiba mungkin tidak sengaja membawa Blink-182 ke rumahnya dengan pemandangan jalan yang baru.

 

Majalah Rolling Stone menyebut Matt dengan bijak tidak ingin mencoba sepatu dari Tom DeLonge, padanan kata yang pas untuk Matt Skiba, vokalis Alkaline Trio yang sedang berproses di Blink-182. Dari Alkaline Trio untuk Blink-182 rasa – rasanya seperti memutar lagu Social Distortion lalu ke Descendant.

 

Lagu – lagu jenaka khas Blink-182 tak lupa turut dihadirkan di California. Lagu Brohemian Rhapsody dan Built This Pool terdengar kurang dari satu menit dengan lirik dua larik. Brohemian Rhapsody yang berisi “there’s something about you, that i can’t quite put my finger in” merupakan idiom untuk mengungkapkan ketidakpahaman mengenai atribut seorang wanita. Built This Pool sendiri menceritakan motivasi jenaka mereka untuk membangun sebuah kolam renang.

 

Album California mengajak pendengar bervakansi melalui lagu – lagu bertajuk kota. Dimulai dari lagu Los Angeles yang memotret pemandangan pantai yang elok dan beberapa kawasan slum di kota tersebut. Lalu pada “Hey Los Angeles when will you save me?” Mark berpasrah.

 

Los Angeles luput dari nada nada ikonik Blink – 182 yang dikemas dengan melodi yang cenderung menyebalkan. Pendengar kemudian diajak ke San Diego yang tersirat sebagai lagu karangan Mark untuk sang mantan vokalis, Tom DeLonge. Lagu ini terdengar sebagai penghormatan pahit pada Kota San Diego dimana Blink – 182 tumbuh dan banyak berhutang budi tapi tak seorangpun dari mereka ingin tinggal disana lagi.

 

Perjalanan pendengar kemudian terangkum di lagu California. Lagu California pada durasi awal terdengar seperti lagu lagu musikal broadway. Lagu ini menceritakan bagaimana beruntungnya mereka hidup di California. Dari California untuk California.

 

Saya membayangkan Album California dapat dimainkan secara langsung di garasi rumah Tom DeLonge dimana semuanya berawal. Tapi sayang, Tom DeLonge sudah hengkang.

 

Melankolis, jika mengandai Tom masih menemani Mark dan Travis. Tom DeLonge dengan suaranya yang khas — memecah pada nada nada tinggi — mungkin masih terngiang di telinga para generasi abad dua satu yang tumbuh bersama Blink – 182. Semoga California karya Blink – 182 dapat menambah ilustrasi penikmat musik tentang Negara Bagian California, disamping California Kids karya Weezer, California Girls karya Katy Perry, dan tak lupa Californication oleh Red Hot Chili Peppers.[]

 

Silakan klik, dan dengarkan!

 

 

Aziz Nur Fazma

Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS, 2015.

Baca Juga

Cepat, Padat, dan Berkeringat dengan Terapi Urine

Oleh: Dimas Alendra     Artis                : Terapi Urine Album             : Petenteng Tahun              : …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *