Awul-awul

  MINGGU PAGI Tomblok diajak Bendil, teman sekampunya, belanja ke pasar Klitikan Notoharjo. Bendil mendakwa diri sebagai anak muda kekinian. Walau uang sedang pas-pasan, ia tetap tak ingin kalah hits dengan teman-temannya. Alhasil, berburu pakaian branded yang terkenal dengan harga miring jadi solusi. Tak apa bila bukan barang baru. Bagi …

Baca Selengkapnya »

Memakamkan Rolling Stone Indonesia

  Kelana duka pembaca majalah musik Indonesia.   Saat itu malam tahun baru tinggal hitungan jam. Kuhabiskan 2017 bersama empat sampai lima kawan. Bermalam di indekos, kami ngobrol ngalor ngidul menyoal makna tahun baru. Di sela obrolan, kutilik lini masa instagram, melihat agenda tahun baru para warganet yang ramai beresolusi …

Baca Selengkapnya »

Preambul

Preambul   Gugup berumah harap Menghirup kehampaan lalui jendela keasingan jelma kecipak ikan-ikan kecil nubuat bercik di pinggiran gelas kaca   di cawan setengah kasat mata itu puisi sebatang bunga pongah oleh derap nisbi prasangka yang ia kira sawah rumah bagi padi-padi yang mekar di kehidupan   berbenah atau sekadar …

Baca Selengkapnya »

Kuliah Kerja Nikung

Oleh: Satya Adhi   Seminggu yang Lalu “PERJALANAN cinta telah membuatku berada di titik ini, Dab. Titik di mana aku menjalani hidup dengan gairah yang luar biasa setiap harinya. Darahku serasa melonjak-lonjak dan aku yakin akan hidup selamanya.”   Si Dab hanya mengerutkan dahi keheranan. Alih-alih bergairah, kantin Mbok Jum …

Baca Selengkapnya »

Mahasiswa-mahasiswi Fakir Apresiasi

  Oleh: Fatih Abdulbari   “Politisasi mahasiswa. Mau kemana?”   Bukan aku yang mengajukan pertanyaan ini, tapi seorang akademisi dan penulis yang menanyakannya. Namanya Kuntowijoyo. Selepas ini, mari panggil beliau Pak Kunto saja. Menurutnya, politisasi mahasiswa terjadi karena krisis identitas. Laiknya remaja SMA, mahasiswa pencari identitas tengah mengalami kebingungan antara …

Baca Selengkapnya »

Masuk Itu Enak

  Oleh: Udji Kayang Aditya Supriyanto   Aktivisme mahasiswa kerap terintip lewat sastra. Kita menjumpainya dalam novel serius, novel pop masa lalu, dan (sayangnya) juga novel picisan. Kita pantas mengingat Leila S. Chudori, yang sering memunculkan aktivisme mahasiswa di novelnya, terutama Pulang (2012) dan Laut Bercerita (2017). Di Pulang, aktivisme …

Baca Selengkapnya »