> Catatan Kentingan > Surat Pembaca > Balasan yang Tidak Terbuka-Terbuka Amat untuk Surat Terbuka Joko Priyono

Balasan yang Tidak Terbuka-Terbuka Amat untuk Surat Terbuka Joko Priyono

Wa’alaikumussalam Wr.Wb Akh Joko Priyono.

 

 

Esai membuka ruang bagi pemuatan rahasia, misteri, dan teka-teki. Sebab itulah yang membuatku nyaman menulis esai, terutama esai bergaya “terserah” yang diizinkan di kolom mingguan Lha Nggih. Aku sendiri tak terlalu menduga esai Pemira bakal ada yang menanggapi, bahkan dibuatkan surat terbuka segala, aku jadi merasa setara dengan Jokowi, Felix Siauw, dan orang-orang terkenal lainnya yang sering dikasih surat terbuka itu. Satu hal lagi yang agak meresahkanku adalah, Joko Priyono, penulis surat terbuka, mengaku membaca esaiku pada Kamis dini hari. Kalau tidak salah, di waktu yang sama aku malah sedang bercakap-cakap jarak jauh dengan seorang perempuan. Jelas, aku jadi merasa bersalah. Sementara aku berasyik-masyuk dengan perempuan, ada seseorang di luar sana yang kepikiran dan dibikin resah oleh esaiku. Sungguh, maafkan aku.

 

 

Seandainya aku ini Daniel Mardhany, vokalis grup musik metal DeadSquad yang teramat kondang itu, sudah pasti jawabanku, “sebenarnya penulis sudah mati, seperti teorinya Roland Barthes, death of the author.” Maka, kita tidak akan pernah mendapat penjelasan rinci tentang makna-makna lirik lagu DeadSquad, semisal Hiperbola Dogma Monoteis, Manufaktur Replika Baptis, Pragmatis Sintetis, dan sebagainya. Segala tafsir diserahkan secara otoritatif kepada pembaca, atau dalam kasus DeadSquad: pendengar. Namun, terkait pertanyaan Joko Priyono, aku merasa perlu menjawab, meski tidak akan secara telak menjelaskan segalanya. Oleh karena itu, balasanku ini tidak akan terbuka-terbuka amat.

 

 

Secara personal, aku ini memang susah cocok dengan organisasi eksternal. Bukan hanya dengan organisasi eksternal malah, bahkan dengan konsep organisasi itu sendiri. Aku sering gagal terlibat dalam berbagai kerja organisatoris. Aku lebih nyaman menjadi seorang anarkis (dalam arti yang jangan disalahpahami). Soal sikap personalku terhadap organisasi eksternal, sudah cukup jelas. Organisasi eksternal membuat masing-masing kita berkubu, aku tidak cocok dengan itu. Soal desas-desus afiliasi beberapa organisasi eksternal dengan partai politik tertentu, aku tidak terlalu peduli, selama partainya tidak dibawa masuk ke kampus saja. Toh, aktivis mahasiswa yang pada akhirnya bersimpuh sebagai pion dalam politik praktis pun sudah menjadi kelaziman di zaman ini. Namun, dengan tegas aku memastikan bahwa ini semua bersifat personal, sementara esai Pemira lebih dari sekadar sikap personal. Sungguh.

 

 

Izinkan aku kutip kembali kutipanku yang dikutip oleh Joko Priyono: “Aku sering terheran-heran sendiri, mengapa organisasi eksternal kampus “itu” masih eksis dan selalu datang sebagai pahlawan bertopeng di setiap penyelenggaraan Pemira.” Satu hal yang perlu dicatat, kata “itu” sebetulnya hanya menunjuk salah satu organisasi eksternal saja. Lantas, organisasi eksternal manakah yang kusebut “membuat politik kampus tidak sehat”? Itu pun sudah terjawab, izinkan aku mengutip kalimat terakhir paragraf empat: “Mustahil ada pencerdasan dalam tiap-tiap upaya dominasi dan monopoli kekuasaan.” Maka, sudah jelas bahwa organisasi eksternal yang membuat politik kampus tidak sehat dan tidak mencerdaskan adalah mereka yang mendominasi dan memonopoli kekuasaan aktivisme mahasiswa di dalam kampus. Jadi, bagi organisasi eksternal lain yang bukan pelaku pemerkosaan demokrasi kampus itu, jangan tersinggung ya. Sudah, segini saja dulu. Kalau kebanyakan, kita bakal benar-benar kehilangan rahasia, misteri, dan teka-teki dalam esai.

 

 

Sebagai sesama pengagum wanita yang suka membaca, aku sampaikan salam takzim, salam lima waktu, dan salam asuhan untuk Joko Priyono.

 

 

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

 

Baca juga: Surat Terbuka untuk Udji Kayang A. S


Udji Kayang Aditya Supriyanto

Manusia yang tidak punya bakat apapun selain bikin onar, kontroversi, dan sakit hati.

Baca Juga

Surat Terbuka untuk Udji Kayang A. S

Oleh : Joko Priyono   Assalamu’alaikum Wr.Wb Akh Udji,   Tepat pada hari Kamis, 10 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *