> Jeda > Berlebaran di Kampus

Berlebaran di Kampus

Oleh : Isnaini Khoirunnisa

Kepada para mahasiswa, yang merindukan kampung halaman. Kepada dosen tak berperasaan, yang menunda-nunda jadwal ujian…

 

KONON, Hari Minggu 25 Juni 2017, alias besok lusa, yang tinggal sekira 48 jam lagi itu adalah akhir dari Bulan Ramadan 1438. Umat muslim di Indonesia kemungkinan besar akan merayakan hari raya Idul Fitri, hari kemenangan. Hari berkumpul wajib dengan keluarga, hari di mana tiap orang merasa dihalalkan membeli baju baru, gawai baru, motor baru, pacar baru, lalu berbahagia. Hari bahagia itu biasanya lebih populer kita sebut dengan lebaran. Lebaran coy!

 

Berbeda dengan tahun lalu, di mana para mahasiswa UNS sudah menemui libur di minggu pertama ramadan. Pada perkuliahan semester ini, para mahasiswa UNS barangkali agak dongkol, karena masih menjalani perkuliahan sampai minggu-minggu akhir di bulan ramadan.

 

Kedongkolan ini dialami oleh Fahrur Reza, Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) 2015. Ia merasa kesal karena baru bisa pulang ke rumahnya di Jakarta pada H-3 Lebaran. “Sebenarnya aku sudah pesan tiket sebelum itu. Tapi akhirnya harus aku batalin karena dosennya yang nunda jadwal ujian. Dan itu terjadi dua kali. Bilangnya sih dia mau ganti tiket aku, tapi ternyata enggak. Awalnya kesel, tapi kalo mau diambil hikmahnya ya mungkin maksudnya supaya mahasiswanya jadi bener-bener ngerti sama tugas itu, jadi disiplin sekalian latihan bikin skripsi,” ujarnya melalui pesan Line pada 23 Juni 2017.

 

“Tapi aku masih bersyukur karena lulus ujian dan bisa langsung pulang. Banyak teman-teman yang harus ujian lagi beberapa hari pasca lebaran,” lanjutnya.

 

Namun Fahrur masih beruntung. Setidaknya ia masih bisa berlebaran di rumahnya. Sedangkan Arlindawati atau yang biasa dipanggil Linda, Mahasiswi Pendidikan Kedokteran 2013 terancam berlebaran di kampus. Mahasiswi asal Bekasi ini mengaku, bahwa tahun ini merupakan pertama kalinya dia tidak pulang dan merayakan lebaran bersama keluarga. “Sebenarnya kalau setiap momen lebaran, alhamdulillah pulang. Tapi, kalau tahun ini sih enggak.”, ujarnya dengan nada kecewa.

 

Alasan ketidakpulangan Linda tersebut karena saat ini ia tengah menyusun skripsi. “Kalau di sana (rumah) nanti malah kepikiran, tertunda lagi (skripsinya) karena keenakan di rumah,” ungkapnya dengan sedikit tertawa saat ditemui pada 14 Juni 2017. “Sepertinya aku baru bisa pulang Bulan Juli atau Agustus,” lanjutnya.

 

 

PERSIS seperti Fahrur dan Linda, yang  tampak cukup kecewa dengan urusan pulang kampung tahun ini, Nadya Audina S. Kurnia, Mahasiswi Administrasi Negara FISIP 2015 asal Bandung pun merasakan hal yang sama.

Tahun ini adalah kali kedua Nadya tidak pulang saat lebaran.Tugas kuliah yang baru diselesaikannya di hari-hari dekat lebaran, membuatnya enggan untuk pulang karena kondisi jalan yang pasti macet. Akhirnya ia dengan berat hati harus berlebaran di Surakarta.

 

“Aku kalau misalkan kuliah belum selesai, malah enggak boleh pulang,” katanya sambil merapikan kerudung yang ia kenakan. “Ya, soalnya gini, kalau sekarang terus-terusan mikir mau baliklah, apalah, segala macam. Lha tujuannya kuliah mau apa? ungkapnya. Tapi, Nadya tak terlalu bersedih, karena kesibukan kuliahnya dan tak dapat pulang, akhirnya Ibunyalah yang datang ke Surakarta menemuinya.

 

Di kalender akademik UNS tahun ini, sebenarnya batas perkuliahan pada semester genap 2017 adalah minggu ketiga bulan Juni. Yakni sekira tanggal 12-18 Juni. Meski begitu, tanggal-tanggal ini dapat saja dilanjutkan pada minggu pertama Bulan Juli jika mata kuliah yang bersangkutan urung selesai.

 

Namun nyatanya, banyak mahasiswa seperti Fahrur, dan Linda yang tak menikmati libur di tanggal-tanggal yang ditentukan oleh kalender akademik, karena tuntutan perkuliahan yang tak kunjung usai.

 

Tapi mengenai hal ini, Fahrur beranggapan bahwa perkuliahannya bisa saja berakhir di minggu kedua bulan Juli seandainya dosen tepat waktu dalam menyelenggarakan ujian. “Penundaan ini bukan cuma berakibat tertundanya kepulangan aku ke rumah. Tapi juga masalah biaya. Gara-gara tiket pulang aku batalin terus. Aku jadi enggak punya uang buat beli baju lebaran,” ungkapnya kesal.

 

Di hari kemenangan yang tinggal menanti puluhan jam ini, nyatanya ada banyak mahasiswa UNS yang dikalahkan oleh dosen beserta segala titah tugasnya. Lalu menyimpan luka dan rindu kampung halaman mereka dalam hati saja.[]

Penyunting :Vera Safitri

Baca Juga

Djenar Maesa Ayu: Saya Bukan Feminis

Oleh: Ririn Setyowati   “Hanya karena aku perempuan, apakah artinya aku tidak dapat melakukan sesuatu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *